Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI

Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI

Telkom AI Center Bali perkuat ekosistem bisnis lokal melalui FGD Pentahelix Gathering, dorong implementasi AI praktis dan berdampak.

Telkom AI Center Bali menggelar FGD Bali AI Pentahelix Gathering bertema “Why Your Business Needs to Embrace AI?”, sebuah forum diskusi lintas sektor yang dirancang sebagai focus group discussion untuk mengeksplorasi penerapan kecerdasan buatan dalam dunia usaha. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Mei lalu ini mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, komunitas, pemerintah, dan media dalam dialog langsung yang dipandu oleh Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali.

Acara ini menjadi bagian dari inisiatif Telkom AI Connect salah satu pilar program Telkom AI Center of Excellence, yang kini hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan visi AI Empowers Indonesia. Indria menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada dua pilar utama: literasi AI untuk meningkatkan pemahaman dasar masyarakat, serta pemetaan kasus penggunaan (use case) yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan lebih aplikatif dan tepat sasaran.

Advertisement

Dalam pemaparannya, Indria menegaskan bahwa AI bukan solusi instan yang otomatis memberikan jawaban sempurna. “AI hanya sebaik instruksi dan konteks yang diberikan oleh penggunanya,” ujarnya, menekankan pentingnya kerangka kerja dan tujuan yang jelas agar output AI benar-benar berguna bagi bisnis. Pesan ini menjadi landasan diskusi ketika peserta membahas tantangan praktis dalam mengadopsi teknologi tersebut.

Diskusi mengangkat keresahan nyata dari pengguna pemula, yaitu banyak yang hanya mengenal AI dari sisi prompt dan belum memiliki jalur pembelajaran yang sistematis. Menanggapi hal itu, Indria menyatakan bahwa pendekatan bertahap dan inklusif lebih efektif; AI Connect berperan mengumpulkan data, menggali kasus penggunaan nyata, serta mendengar pengalaman dan keluhan pengguna sebagai dasar perancangan program yang relevan.

Sesi perkenalan peserta menampilkan beragam profil yang menunjukkan luasnya potensi AI. Beberapa peserta berbagi pengalaman: Sofi seorang digital marketer memanfaatkan Claude dan Gemini untuk validasi data dan riset; Ikhwan, mentor UMKM, menggunakan AI untuk presisi data dan otomasi; Teguh dari IT mengembangkan solusi logistik berbasis AI; Yuli dan Sume menerapkan AI untuk kebutuhan pemasaran dan layanan; Akmal memakai Notebook LLM untuk analisis pembelajaran; sementara Iton mengintegrasikan ChatGPT dan Gemini dalam operasional hotel.

Kegiatan ditutup dengan sesi Pentahelix Connect, yang mempertemukan kelima unsur pentahelix dalam satu forum kolaboratif untuk memperkuat ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan. Para peserta dan pemangku kepentingan sepakat bahwa keterlibatan lintas sektor diperlukan agar adopsi AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi.

Melalui FGD ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha yang melek AI, yaitu mampu yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Previous Post
Metland Venya Ubud Raih Dua Penghargaan Asia Pacific Property Awards 2026 – 2027

Metland Venya Ubud Raih Dua Penghargaan Asia Pacific Property Awards 2026 - 2027

Next Post
Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif

Bukan Sekadar Pakai AI, Telkom AI Center Bali Ajarkan Cara ‘Menyetir’ AI untuk Konten Kreatif

Advertisement