PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, Tanam Pohon dan Tebar 10.000 Bibit Ikan untuk Perkuat Keanekaragaman Hayati
Cakra Elektrolisis Curi Perhatian di FARM 2026, FisTx Perkenalkan Teknologi Elektrokimia Pertama untuk Sterilisasi Air Tambak di Indonesia

Cakra Elektrolisis Curi Perhatian di FARM 2026, FisTx Perkenalkan Teknologi Elektrokimia Pertama untuk Sterilisasi Air Tambak di Indonesia

Jakarta, 29 September 2026 — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, tampil sebagai salah satu exhibitor yang paling banyak menyita perhatian pengunjung di ajang FARM 2026 yang diselenggarakan Minapoli di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dari booth nomor 15C, FisTx menghadirkan tiga lini solusi budidaya sekaligus: FDS (Fistx Disinfection System : Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano Disinfektan) untuk sterilisasi air, Nano Silver untuk penanganan udang yang terserang penyakit, hingga Nawasena Water Test Kit untuk monitoring kualitas air tambak secara mudah.

FARM 2026: Forum Nasional yang Mempertemukan Petambak, Teknisi, dan Asosiasi Industri

FARM 2026 tercatat dihadiri lebih dari 350 peserta, didominasi oleh teknisi dan pemilik tambak udang dari berbagai daerah. Selain sesi seminar dan area pameran, momen penting lain di ajang ini adalah pengukuhan pengurus daerah Shrimp Club Indonesia (SCI) untuk wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung, yang dilakukan langsung oleh ketua Umum SCI : Prof. Dr. Andi Tamsil, MS., IPM menegaskan posisi FARM 2026 sebagai forum konsolidasi industri udang nasional, bukan sekadar pameran produk.

Cakra Elektrolisis: Teknologi yang Paling Banyak Menyita Perhatian

Di antara jajaran produk yang dipamerkan, Cakra Elektrolisis menjadi pusat perhatian pengunjung booth FisTx. Teknologi ini diklaim sebagai sistem sterilisasi air dengan pendekatan elektrokimia pertama yang diterapkan dalam budidaya/akuakultur di Indonesia menggantikan peran kaporit dan disinfektan kimia konvensional.

Advertisement

Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx, mengaku sempat terkejut dengan besarnya antusiasme pengunjung terhadap teknologi ini.

“Kami sempat kaget dengan antusiasme yang begitu besar terhadap Cakra Elektrolisis. Banyak pemilik tambak yang penasaran karena ini teknologi elektrokimia pertama yang diterapkan di budidaya udang Indonesia — mereka datang bukan cuma untuk lihat, tapi juga untuk memastikan sendiri bagaimana cara kerjanya bisa menggantikan kaporit.” — Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx

Manajemen Kualitas Air, Kunci yang Ditekankan dalam Salah Sesi Seminar

Pentingnya kualitas air juga jadi sorotan dalam salah satu sesi seminar FARM 2026. Martha Mamora, Area Manager Adisseo, menyampaikan bahwa penggunaan feed additive saja tidak cukup untuk menjamin performa budidaya yang optimal.

“Feed additive memang dapat meningkatkan kecernaan dan kesehatan udang, namun tetap harus diimbangi dengan manajemen kualitas air, pakan, dan biosecurity yang baik.” — Martha Mamora, Area Manager Adisseo

Poin inilah yang selama ini coba dijawab FisTx melalui Cakra Elektrolisis. Sejak mulai diperkenalkan awal tahun 2026, teknologi ini sudah mulai dipercaya dan diterapkan di sejumlah titik budidaya di Pulau Jawa mulai dari Banyuwangi (Jawa Timur), Jepara (pesisir utara), Purworejo (selatan), hingga Serang (Banten, bagian barat), sebuah sebaran yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan solusi sterilisasi air bebas kaporit bukan cuma isu di satu wilayah, tapi kebutuhan nasional.

Kehadiran FisTx di FARM 2026 sekaligus menegaskan arah industri budidaya udang yang semakin sadar pentingnya manajemen kualitas air sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap. Dengan animo besar terhadap Cakra Elektrolisis, FisTx membuka peluang lebih lebar bagi solusi sterilisasi air tanpa kaporit untuk diadopsi lebih luas oleh petambak di berbagai wilayah Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, Tanam Pohon dan Tebar 10.000 Bibit Ikan untuk Perkuat Keanekaragaman Hayati

Advertisement