ConnectX, startup AI asal Indonesia yang membangun platform community & matchmaking berbasis kecerdasan buatan, resmi terpilih dalam Google for Startups Cloud Program. Melalui program ini, ConnectX mendapatkan pendanaan dalam bentuk Google Cloud credits serta akses eksklusif ke teknologi, pelatihan, dan pendampingan teknis dari Google. Terpilihnya ConnectX menjadi bagian dari program bergengsi ini menunjukkan bahwa inovasi AI yang mereka kembangkan memiliki potensi global dan relevan dengan masa depan interaksi sosial digital.
Google for Startups Cloud Program dirancang untuk membantu startup yang sedang membangun produk teknologi berskala besar agar dapat berkembang dengan cepat melalui dukungan cloud generasi terbaru. Masuknya ConnectX ke dalam program ini menandakan bahwa pendekatan teknologi mereka dinilai kuat, scalable, dan siap untuk naik kelas. Bagi ConnectX, hal ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat pengembangan AI yang menjadi inti platform mereka.
Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk, banyak orang mengalami tantangan serupa: ingin bertemu orang baru, ingin memperluas koneksi, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Situasi ini semakin umum ketika lingkungan kerja, pertemanan, atau tempat tinggal berubah dengan cepat. ConnectX hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami membantu orang menemukan komunitas dan teman yang benar-benar cocok dengan kepribadian dan minat mereka.
Inilah yang disebut ConnectX Matchmaking. Bukan matchmaking untuk dating, tetapi untuk social compatibility: menemukan circle, teman ngobrol, partner kegiatan, atau komunitas yang benar-benar “nyambung”. Banyak pengguna merasa bahwa mereka sering datang ke event yang salah, bertemu orang yang tidak sesuai, atau merasa canggung di lingkungan baru. ConnectX mencoba memecahkan masalah itu dengan menggunakan kecerdasan buatan yang mengenali pola sosial setiap pengguna.
Cara kerjanya pun tidak rumit. Pengguna hanya mengisi serangkaian pertanyaan ringan tentang minat, kebiasaan sosial, gaya komunikasi, dan aktivitas favorit. Setelah itu, AI ConnectX bekerja di belakang layar untuk membuat profil kecocokan berdasarkan kombinasi interest graph, personality signals, dan behavioral patterns. Dari sinilah platform menghasilkan rekomendasi event, komunitas, atau grup kecil yang sesuai dengan “vibe” pengguna jadi mereka tidak perlu tebak-tebakan lagi ketika memilih kegiatan sosial.
Pendekatan ini membuat ConnectX berbeda jauh dari platform e-ticketing biasa. Jika platform lain hanya menawarkan daftar event yang bisa dibeli, ConnectX justru membantu memilihkan event yang cocok untuk pengguna, bahkan sebelum mereka menyadari apa yang mereka cari. ConnectX tidak berfokus pada penjualan tiket, tetapi pada kualitas koneksi yang terbentuk. Event hanyalah medium; yang mereka bangun adalah ekosistem sosial yang aman, relevan, dan penuh makna.
Selain itu, ConnectX secara aktif mengkurasi peserta sehingga setiap acara memiliki dinamika interpersonal yang lebih nyaman. Platform lain mungkin mengutamakan kuantitas, tetapi ConnectX mengutamakan kecocokan. Itulah mengapa pengguna yang cenderung introvert, profesional muda, perempuan yang mencari ruang aman, atau individu yang baru pindah kota merasa terbantu karena mereka ditempatkan di lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan sosialnya.
Elemen keamanan menjadi salah satu fokus utama ConnectX, terutama bagi perempuan. Berbeda dari platform event atau e-ticketing konvensional, ConnectX mengkurasi peserta dengan ketat dan tidak membuka event untuk semua orang secara random. Setiap peserta melalui proses pendaftaran yang terstruktur, dan AI akan mengidentifikasi pola perilaku yang mencurigakan atau tidak sesuai dengan standar komunitas. Pendekatan ini menciptakan “lapisan perlindungan tambahan” yang jarang ditemukan di platform sosial lain.
ConnectX menekankan komunitas yang sehat bebas dari tekanan, bebas dari judgment, dan bebas dari interaksi tidak nyaman. Banyak perempuan memilih ConnectX karena merasa bahwa ruang ini memberi mereka kendali atas pengalaman sosial mereka: siapa yang mereka temui, pertemuan dalam konteks apa, dan dalam lingkungan yang cenderung lebih suportif. Dengan demikian, ConnectX menjadi platform sosial yang tidak hanya membantu perempuan terhubung, tetapi juga merasa aman saat melakukannya.
Masuknya ConnectX ke Google for Startups Cloud Program semakin memperkuat kemampuan ini. Dengan dukungan teknologi Google Cloud, ConnectX dapat meningkatkan akurasi sistem matchmaking, mempercepat training model AI, dan mengelola data pengguna dengan standar keamanan internasional. Infrastruktur cloud dari Google juga memungkinkan ConnectX untuk melayani lebih banyak pengguna di berbagai kota tanpa mengurangi performa.
Founder dan CEO ConnectX, Ika Afifah, menjelaskan bahwa dukungan Google adalah bagian penting dari perjalanan mereka membangun masa depan platform komunitas. “Google for Startups Cloud Program membantu kami mempercepat pengembangan AI yang lebih scalable, aman, dan cerdas. Ini bukan hanya tentang memperkuat teknologi, tetapi tentang menghadirkan pengalaman sosial yang lebih personal dan berdampak untuk semua pengguna,” ujarnya.
Dengan momentum baru ini, ConnectX bersiap membawa inovasi community-tech Indonesia ke level berikutnya. Dukungan Google memperkuat misi ConnectX untuk menciptakan ruang sosial modern yang membantu orang menemukan teman, menemukan makna, dan menemukan dirinya sendiri dalam komunitas yang tepat—dimulai dari Indonesia, menuju dunia.